Tahukah Anda, apa nama stasiun pertama di Indonesia? Jika jawaban Anda Stasiun Kemidjen, berarti Anda salah. Sebenarnya stasiun pertama di Indonesia  adalah Samarang NIS. Nah, kali ini tim Liburan Semarang akan mengajak Anda wisata sejarah dengan menelusuri jejak stasiun tertua.

Stasiun Semarang Gudang Carismarent-2

Stasiun Samarang NIS dibangun pada tanggal 16 Juni 1864, oleh maskapai kereta api Nederlandsche-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Setelah dibangun selama 3 tahun, akhirnya Stasiun Samarang resmi beroperasi pada tanggal 1 Agustus 1867. Stasiun ini menghubungkan rute Semarang-Tanggung (Samarang-Tangoeng).

Kompleks Stasiun Samarang NIS memiliki lima bangunan penting, yakni personenstation (stasiun penumpang), goederen-station (stasiun barang), vaart van het station (stasiun kanal), werkplaatsen (bengkel atau balai yasa), dan station chef (rumah dinas kepala stasiun). Sayang, keempat bangunan itu sekarang sulit ditelusuri dalam bentuk aslinya, karena amblesnya tanah hingga sekitar 3 meter dan sekarang tertutup rawa.

Dulu, bangunan stasiun kanal berada di paling utara dekat dengan pelabuhan. Di sebelah timur, terdapat stasiun penumpang yang berbentuk huruf U. Tak jauh dari sana, terdapat bangunan balai yasa yang berbentuk huruf E, dan di sebelahnya terdapat rumah dinas kepala stasiun. Nah, di sebelah paling barat, terdapat stasiun barang atau yang kini lebih dikenal dengan nama Stasiun Semarang Gudang. Hanya bangunan Stasiun Semarang Gudang inilah yang masih tersisa dari Stasiun Samarang NIS hingga saat ini. Sungguh disayangkan!

Stasiun Semarang Gudang Carismarent-4

Untuk datang ke lokasi Stasiun Semarang Gudang, Anda harus menuju Jalan Ronggowarsito. Kalau Anda bingung, Jalan Ronggowarsito ini searah dengan jalan menuju ke Pelabuhan Tanjung Mas. Namun, Anda harus ekstra berhati-hati, karena sepanjang jalan ini kerap  banjir rob yang cukup tinggi. Sekitar 2 KM, Anda akan menemukan Gang Sporland (Spoorlaan) di sebelah kanan jalan. Tak berhenti sampai di sana, Anda harus terus menyusuri Gang Sporland.

Di ujung gang, Anda akan melihat sebuah bangunan tua yang sangat mengenaskan keadaannya. Yap, itu adalah Stasiun Semarang Gudang. Hampir sudah setengah bagiannya terendam oleh rob. Tak ada lagi hiruk pikuk layaknya sebuah stasiun. Kini, hanya ada bangunan rapuh yang mampu bercerita.  

Stasiun Semarang Gudang Carismarent-3

Stasiun Semarang Gudang sendiri terakhir beroperasi pada Agustus 2006. Meski sekarang tak lagi digunakan, di belakangnya masih kerap melintas kereta api barang dari Stasiun Semarang Tawang yang dapat Anda saksikan. Bekas bangunan stasiun pun hanya digunakan masyarakat sebagai rumah tinggal. Masyarakat sekitar juga sering memanfaatkannya sebagai area memancing.

Jadi, Stasiun Kemidjen bukan stasiun pertama di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan keanehan bahwa nama stasiun pertama di Indonesia diambil dari nama desa dan bukan nama kota, selain itu bangunan Stasiun Kemidjen lebih menyerupai rumah sinyal, dan Stasiun Kemidjen juga berada lintasan Semarang-Demak (milik Samarang Joana Stroomtram Mij/SJS) bukan di lintasan Semarang-Solo-Jogja milik NIS. Secara kebetulan memang Stasiun Samarang NIS dan Stasiun Sinyal Kemidjen, sama-sama berada di Kelurahan Kemidjen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. Ada pula masyarakat yang beranggapan bahwa Stasiun Semarang Gudang sebagai stasiun pertama, karena memang hanya stasiun ini yang bangunan fisiknya masih tersisa di Kelurahan Kemidjen, sehingga stasiun ini lebih dikenal daripada Stasiun Samarang NIS yang bangunan fisiknya sudah tidak ada.  

Semarang Gudang, Saksi Bisu Peninggalan Stasiun Pertama Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *