Dahulu kala, kayu jati yang dibawa Sunan Kalijaga menuju Demak, terjepit di antara tebing. Sunan Kalijaga dan pengikutnya pun terpaksa beristirahat di puncak bukit sejenak. Pada saat sedang makan, datanglah empat ekor kera yang berwarna merah, kuning, putih dan hitam. Mereka datang untuk membantu Sunan Kalijaga dan pengikutnya. Setelah selesai makan malam, pergilah mereka ke tebing tersebut. Satu bagian jatuh di ladang dan satu bagian lagi bisa di bawa hingga ke Demak. Pada saat akan pergi, keempat ekor kera meminta untuk ikut tetapi tidak di perbolehkan oleh Sunan Kalijaga. Akhirnya keempat ekor kera tersebut diberikan wewenang untuk ngreho, yang artinya merawat sungai dan gua. Selanjutnya, sungai dan gua tersebut diberi nama Gua Kreo. Itulah sepenggal legenda mengenai Gua Kreo.

Goa Kreo Carismarent-3

Bagi Anda yang berdomisili di Semarang, tentunya sudah taka sing lagi dengan obyek wisata Gua Kreo ini. Sebuah obyek wisata alam yang berada di daerah Gunung Pati. Setelah dilakukan revitalisasi, kini Gua Kreo semakin ramai didatangi oleh pengunjung. Terlebih ketika di akhir pekan.

Daya tarik tempat wisata ini adalah para kera liar yang nampak menggemaskan pola tingkah lakunya. Menurut informasi yang didapati tim Liburan Semarang dari penjaga Gua Kreo, kera liar di kawasan ini mencapai ratusan. Jika beruntung, Anda dapat berfoto dengan kera-kera yang sudah jinak terhadap manusia. Namun, tak jarang juga, para kera ini justru mengambil makanan apapun yang Anda bawa.

Goa Kreo Carismarenet-4

Sesampainya di pintu masuk, Anda akan melihat keindahan Waduk Jatibarang. Semakin ke dalam, Anda akan melewati sebuah jembatan merah yang sangat ikonik. Di jembatan ini, terdapat beberapa tempat duduk berbentuk bulat seperti batang pohon yang terbuat dari semen dan dikelilingi tanaman yang menghiasi. Ada pula gazebo sebagai tempat berteduh dari guyuran hujan dan sengatan matahari.

Goa Kreo Carismarent-2

Setelah melewati jembatan tersebut, Anda harus melewati anak tangga yang cukup banyak dan curam. Begitu sampai di penghujung anak tangga, Anda akan sampai di sebuah bukit cadas. Itulah Gua Kreo, yang diyakini masyarakat sekitar sebagai tempat Sunan Kalijaga bersemedi. Sayangnya, Gua ini tidak ada penerangan sehingga terkesan sedikit menyeramkan untuk dimasuki.

Di sisi sebelah utara gua, terdapat jalan setapak ke bawah. Di mana jika Anda telusuri, Anda akan menemukan air terjun kecil yang indah, dan air terjun ini tidak akan kering meski memasuki musim kemarau panjang. Anda dapat bermain air dan menikmati udara sejuk. Sebuah suasana asri yang sulit di temui di kota besar.

Berwisata ke Gua Para Kera di Gua Kreo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *