Bagi Anda yang berdomisili di daerah Semarang dan sekitarnya, tentu saja keberadaan Benteng Pendem Ambarawa ini sudah sangat familiar. Bangunan benteng yang klasik dan eksotis, menjadi daya magnet tersendiri di kalangan fotografer. Benteng Pendem atau Benteng Willem I ini, memang sudah sangat tua, tepatnya dibangun pada tahun 1834.

Dulu, pada awal abad ke-18, VOC membangun benteng di sepanjang jalur Semarang–Oenarang (sekarang Ungaran)–Salatiga–Surakarta. Pembangunan benteng itu dimaksudkan untuk pengembangan hubungan kerjasama dengan kerajaan Mataram. Nah, Kabupaten Ambarawa merupakan titik sumbu strategis antara Semarang dengan Surakarta. Inilah yang kemudian melatarbelakangi pembangunan Benteng Pendem.Benteng Pendem Carismarent-2

Bila Anda melihat benteng ini dari pingggir jalan, Benteng Pendem terlihat memiliki banyak sekali jendela, sehingga jelas benteng ini bukan dibangun untuk pertahanan. Benteng ini juga tidak dilengkapi bangunan sebagai tameng. Tidak ada pula bekas lubang di puncak benteng, yang dirancang untuk meriam. Benteng Pendem memang dibangun untuk penyimpanan logistik perang, kantor, barak tentara, dan lapas.

Benteng Pendem memiliki bentuk bangunan simetris bujur sangkar. Dimana masing-masing arah mata anginnya, terdapat bangunan yang difungsikan sebagai garasi kendaraan tempur. Bangunan benteng sendiri terbagi atas dua bagian, yakni lapas dan sebagian besar untuk barak para tentara.

Benteng Pendem Carismarent-3

Pada tahun 1927, benteng diambil alih oleh bangsa Indonesia, dan digunakan untuk barak KNIL (tentara Hindia Belanda). Kini, keadaan benteng memang tak segagah dahulu. Ada bagian benteng yang dihuni oleh beberapa kepala keluarga. Sebagian dari mereka membuka warung makanan ringan. Sedangkan beberapa bagian benteng, justru dipakai sebagai kandang ayam. Anda boleh mengabadikan foto di sini, tetapi memang tidak boleh gaduh, karena takut mengganggu penghuni benteng. Siapkan pula uang Rp 10.000 jika Anda niat berburu foto di sini.  

Di tengah benteng terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan sisi pinggir benteng, dengan sisi tengah benteng yang terbuat dari kayu. Dari sana terlihat beberapa jendela besar yang sengaja di semen untuk sarang burung walet. Sedangkan di pojok benteng terdapat papan nama bertuliskan “Masjid”, yang kondisinya sangat lembab.

Benteng Pendem Carismarent-4

Sedangkan di bagian benteng yang berfungsi sebagai lapas, Anda akan menemukan sebuah Menara air yang menghadap ke bekas kantor benteng ini. Di dekat pintu masuk lapas, tergantung sebuah lonceng bertuliskan “Amsterdam 1843”. Sedangkan di depan pintu dan jendela besar kantor lapas, Anda akan melihat usia lapas, yakni dari tahun 1838-1845.

Beberapa waktu lalu, Benteng Pendem pernah digunakan untuk lokasi syuting film Soekarno garapan sutradara Hanung Bramantyo. Bagian benteng yang menjadi lokasi syuting adalah Lapas kelas II. Salah satu adegannya adalah saat Bung Karno berpidato di hadapan para petani yang berjumlah 500 orang di tahun 1920-an.

Untuk menuju ke sini, Anda dapat memilih dua jalur. Pertama, masuk melalui pintu depan gerbang markas pasukan Kavaleri 2. Selain itu, dapat pula melalui jalur belakang yang melewati sebelah RSUD Ambarawa. Jalan masuk ini yang menurut tim Liburan Semarang paling bagus, karena melewati hamparan persawahan yang terlihat seperti lukisan.

Benteng ini memang masih berada di dalam kompleks TNI, jadi ketika ingin masuk, Anda harus meninggalkan KTP dan mengutarakan tujuan kedatangan Anda. Mereka pasti sudah paham, karena benteng ini memang sudah sering digunakan untuk sesi foto. Jadi, jangan heran kalau saat hari libur, lokasi ini dipenuhi oleh para model dan fotografer.

Benteng Pendem memang nampak begitu eksotis di tengah hijaunya hamparan sawah. Ditambah dengan latar belakang deretan pegunungan dan perbukitan. Percampuran warna hijau, coklat, dan birunya langit, sangat mengesankan. Apalagi lokasi benteng ini jauh dari keramaian, sehingga membuat suasana liburan Anda akan semakin terasa menyenangkan. Sungguh seperti petualangan ke puluhan tahun silam!

Berpetualang ke Masa Lalu di Benteng Pendem Ambarawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *